Saturday, May 30, 2009

Ingatlah Bahwa Dia Selalu Ada


Aku hanyalah manusia biasa
Tidak luput dari dosa dan lupa
Hanya rahmatmu yang aku pinta
Karna kutahu engkau selalu ada

Segala yang ada pasti binasa
Begitupula kehidupan manusia
Tiada yg kekal didunia yang fana
Tiada yg abadi pada akhir cerita

Ingatlah Bahwa Dia selalu ada
Melihat segala tingkah laku kita
Ingatlah bahwa Dia Sang kuasa
Selalu mengetahui setiap makna

Hilangkanlah Kesombongan dalam diri kita
Karna Ia hanya penghalang rahmat Allah semata
Buanglah jauh-jauh rasa dengki dalam jiwa
Karna ia membutakan mata hati setiap Manusia

BY: Robby Andoyo
Continue Reading - Ingatlah Bahwa Dia Selalu Ada

Sunday, May 24, 2009

Doa Untuk Kekasih Pujaan Hati

Ya Allah ya tuhanku, Seandainya telah engkau ciptakan Dia untuk diriku Maka Satukanlah hatinya dengan hatiku, Titipkanlah kebahagian di antara kami agar kemesraan itu abadi dan takkan pernah berhenti Ya Allah, yang maha mengasihi, Seiring waktu berjalan tiada henti, Bimbinglah kami melayari hidup ini menuju Kebahagiaan yang abadi.

Akan tetapi, Seandainya telah engkau takdirkan bahwa dia bukan miliku,
Bawalah ia jauh dari pandanganku, pikiranku dan relung kalbuku
Hilangkanlah kerinduan yang menyayat-nyayat perasanku
Luputkanlah dia dari ingatanku Dan peliharalah aku dari keputusasaan

Berikanlah aku kekuatan Untuk Menepis bayangannya jauh ke ujung langit biru
Agarku bisa bahagia dan tersenyum Walaupun Dia tidak ada bersama diriku
Gantillah yang telah tiada, Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama seperti dirinya , seorang yang tulus dalam mencinta

Kupasrahkan segala jiwa dan raga ini hanya milikmu
Kutahu Sesungguhnya apa yang telah engkau takdirkan
Adalah yang terbaik dalam realita hidup dan matiku
kerana engkau maha mengetahui.Segala yang terbaik bagiku

Ya Allah...
Cukuplah engkau saja yang menjadi pemelihara jalan hidupku
Kuberharap dengarkanlah rintihan dari setiap untaian Doa-Doaku
Continue Reading - Doa Untuk Kekasih Pujaan Hati

Saturday, May 23, 2009

Kisah Kalaung Anisa: Cerita Penuh Hikmah


Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan kisah anak berumur 5 tahun bernama Anisa. Di sore hari yg cerah, Anisa dan ibunya berbelanja di supermarket tepatnya di jalan Datuk Maharaja. Ketika sedang asik menemani sang ibu belanja Anisa melihat kalung mutiara putih berkilauan, kalung itu tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat attraktif. Kalung itu nampak begitu indah sekali , sehingga Anisa pun sangat ingin memiliki kalung itu. Tapi Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.


Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya.

"Bunda, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... "Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp15,000. Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten.

"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu
untuk minggu depan. Setuju ?"
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.

"Terimakasih..., Ibu" Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau. Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatumalam, ketika selesai membacakan sebuah cerita,

Ayah bertanya "Anisa..., Anisa sayang Enggak sama Ayah ?"

"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"

"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...

"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itukesayanganku juga

"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar
Anisa.
Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,

"Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?"

"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah?".

"Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."

"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.."Kata Anisa seraya
menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain. Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. air mata membasahi pipinya..."Ada apa Anisa, kenapa

Anisa ?" Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya.
Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya" Kalau Ayah mau...ambillah kalung
Anisa"

Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa..."Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"
Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan. Untuk itulah perlunya sikap ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Continue Reading - Kisah Kalaung Anisa: Cerita Penuh Hikmah

Wednesday, May 20, 2009

Khalil Philobus: Misionaris Koptik Yg Melafzkan Syahadat


Al-Haj - Ibrahim Khalil Ahmad, sebelum muslim beliau di panggil dengan nama  Ibrahim  Philobus, Ia kenal dengan seorang misionaris pendeta koptik yang berbakat dan belajar Islam demi menemukan kesalahan. Namun hidayah datang kepada siapa yang Allah SWT kehendaki dan beliaulah salah satu orang tersebut. Adapun penyebab keislamannya adalah untaian ayat Al-quran sebagai berikut: 


"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.

Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (QS 59:21)"

"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani...karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri, (QS 5:82)

"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul, kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui: seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (QS 5:83)

Nah, tatkala mendengar ayat ini Ibrahim Khalil pun merenungkan lebih dalam akan makna ayat-ayat tersebut, sampai pada akhirnya ia yakin bahwa Islam adalah agama yang benar dan tiada keraguan di dalamnya, cobaan pun datang silih berganti karna beliau memeluk ISlam, Beliau kehilangan pekerjaan, sampai pada akhirnya ia bertemu dengan seorang guru besar Islam dihormati, Muhammad Abdul Moneim Al Jamal  yang pada akhirnya membantunya mendapatkan pekerjaan di Perusahaan Alat Administrasi Standar di Kairo.

Pada bulan Januari 1960, Ibrahim pun resmi memeluk Islam.

Ketika beliau ditanya tentang apa yang begitu menarik beliau saat pertama kali memeluk Islam, beliau lantas menjawab, Islam adalah agama yang mempunyai metode pengampunan dosa yang sangat bijak dan hubungan seorang hamba dan tuhannya adalah hubungan langsung, maksudnya tidak ada perantara yang membuat ragu dalam diri kita, Tuhan dalam Islam hanya satu, seorang hanya menghamba padanya dan tidak akan pernah seorang yang memiliki pemahaman utuh dalam Islam menghambah kepada sesama makhluk.

Inilah seklumit kisah tentang Islamnya misionaris koptik, semoga dengan kisah ini setiap muslim sadar bahwa memeluk Islam bukan karna orang tua yg melahirkan kita atau lingkungan yg mendidik kita akan tetapi setiap muslim harus berfikir bahwa setiap muslim memeluk Islam karna kita memiliki dasar yg kuat dan keyakinan yang mantap dengan menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.
Continue Reading - Khalil Philobus: Misionaris Koptik Yg Melafzkan Syahadat

Kisah Bertaubatnya Ikrimah Bin abu Jahal


Abu Ishaw As-Ayabi’i meriwayatkan, Tatkala Rasulullah SAW berhasil menaklukkan kota Makkah, maka Ikrimah berkata: Aku tidak akan tinggal di tempat ini!” Setelah berkata demikian, dia pun pergi berlayar dan memerintahkan supaya isterinya membantunya. Akan tetapi isterinya berkata: “Hendak kemana kamu wahai pemimpin pemuda Quraisy?” Apakah kamu akan pergi kesuatu tempat yang tidak kamu ketahui?”
Ikrimah pun melangkahkan kakinya tanpa sedikitpun memperhatikan perkataan isterinya.

Ketika Rasulullah SAW bersama para sahabat lainnya telah berhasil menaklukkan kota Makkah, maka kepada Rasulullah isteri Ikrimah berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya Ikrimah telah melarikan diri ke negeri Yaman kerana ia takut kalau-kalau kamu akan membunuhnya. Justeru itu aku memohon kepadamu supaya engkau berkenan menjamin
keselamatannya.”

Rasulullah SAW menjawab: “Dia akan berada dalam keadaan aman!” Mendengar jawapan itu, maka isteri Ikrimah memohon diri dan pergi untuk mencari suaminya. Akhirnya dia berhasil menemukannya di tepi pantai yang berada di Tihamah. Ketika Ikrimah sedang menaiki kapal, maka orang yang mengemudikan kapal tersebut berkata kepadanya:

“Wahai Ikrimah, ikhlaskanlah saja!”
Ikrimah bertanya: “Apakah yang harus aku ikhlaskan?”
“Ikhlaskanlah bahawa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan akuilah bahawa Muhammad adalah utusan Allah!” Kata pengemudi kapal itu.

Ikrimah menjawab: “Tidak, jesteru aku melarikan diri adalah kerana ucapan itu.”
Selepas itu datanglah isterinya dan berkata: “Wahai Ikrimah putera bapa saudaraku, aku datang menemuimu membawa pesan dari orang yang paling utama, dari manusia yang paling mulia dan manusia yang paling baik. Aku memohon supaya engkau jangan menghancurkan dirimu sendiri. Aku telah memohonkan jaminan keselamatan untukmu kepada Rasulullah SAW.”

Kepada isterinya Ikrimah bertanya: “Benarkah apa yang telah engkau lakukan itu?”
Isterinya menjawab: “Benar, aku telah berbicara dengan baginda dan baginda pun akan memberikan jaminan keselamatan atas dirimu.” Begitu saja mendengar berita gembira dari isterinya itu, pada malam harinya Ikrimah bermaksud untuk melakukan persetubuhan dengan isterinya, akan tetapi isterinya menolaknya sambil berkata:

“Engkau orang kafir, sedangkan aku orang Muslim.”
Kepada isterinya Ikrimah berkata: “Penolakan kamu itu adalah merupakan suatu masalah besar bagi diriku.” Tidak lama selepas Ikrimah bertemu dengan isterinya itu, mereka pun pulang kembali, setelah mendengar berita bahawa Ikrimah sudah pulang, maka Rasulullah SAW segera ingin menemuinya. Kerana rasa kegembiraan yang tidak terkira, sehingga membuatkan Rasulullah SAW terlupa memakai serbannya.
Setelah bertemu dengan Ikrimah, baginda pun duduk. Ketika itu Ikrimah berserta dengan isterinya berada di hadapan Rasulullah SAW Ikrimah lalu berkata:

“Sesungguhnya aku bersaksi bahawa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah utusan Allah.”
Mendengar ucapan Ikrimah itu, Rasulullah SAW sangat merasa gembira, selanjutnya Ikrimah kembali berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkanlah sesuatu yang baik yang harus aku ucapkan.”

Rasulullah SAW menjawab: “Ucapkanlah bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Ikrimah kembali bertanya: “Selepas itu apa lagi?” Rasulullah menjawab: “Ucapkanlah sekali lagi, aku bersaksi bahawa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahawa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.” Ikrimah pun mengucapkan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW selepas itu baginda bersabda: “Jika sekiranya pada hari ini kamu meminta kepadaku sesuatu sebagaimana yang telah aku berikan kepada orang lain, nescaya aku akan mengabulkannya.”

Ikrimah berkata: “Aku memohon kepadamu ya Rasulullah, supaya engkau berkenan memohonkan ampunan untukku kepada Allah atas setiap permusuhan yang pernah aku lakukan terhadap dirimu, setiap perjalanan yang aku lalui untuk menyerangmu, setiap yang aku gunakan untuk melawanmu dan setiap perkataan kotor yang aku katakan di hadapan atau di belakangmu.”

Maka Rasulullah SAW pun berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosanya atas setiap permusuhan yang pernah dilakukannya untuk bermusuh denganku, setiap langkah perjalanan yang dilaluinya untuk menyerangku yang tujuannya untuk memadamkan cahaya-Mu dan ampunilah dosanya atas segala sesuatu yang pernah dilakukannya baik secara langsung berhadapan denganku mahupun tidak.”

Mendengar doa yang dipohon oleh Rasulullah SAW itu, alangkah senangnya hati Ikrimah, maka ketika itu juga ia berkata: “Ya Rasulullah! Aku bersumpah demi Allah, aku tidak akan membiarkan satu dinar pun biaya yang pernah aku gunakan untuk melawan agama Allah, melainkan akan aku ganti berlipat ganda demi membela agama-Nya. Begitu juga setiap perjuangan yang dahulu aku lakukan untuk melawan agama Allah, akan aku ganti dengan perjuangan yang berlipat ganda demi membela agama-Nya, aku akan ikut berperang dan berjuang sampai ke titisan darah yang terakhir.”

Demikianlah keadaan Ikrimah, setelah ia memeluk Islam, ia sentiasa ikut dalam peperangan hingga akhirnya ia terbunuh sebagai syahid. Semoga Allah berkenan melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada Ikrimah. Dalam riwayat yang lain pula diceritakan, bahawa ketika terjadinya Perang Yarmuk, Ikrimah juga ikut serta berperang sebagai pasukan perang yang berjalan kaki, pada waktu itu Khalid bin Walid mengatakan: “Jangan kamu lakukan hal itu, kerana bahaya yang akan menimpamu adalah lebih besar!”

Ikrimah menjawab: “Kerana kamu wahai Khalid telah terlebih dahulu ikut berperang bersama Rasalullah SAW, maka biarlah hal ini aku lakukan!”
Ikrimah tetap meneruskan niatnya itu, hingga akhirnya ia gugur di medan perang. Pada waktu Ikrimah gugur, ternyata di tubuhnya terdapat lebih kurang tujuh puluh luka bekas tikaman pedang, tombak dan anak panah. Abdullah bin Mas’ud pula berkata: Di antara orang-orang yang termasuk dalam barisan Perang Yarmuk adalah Haris bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amar. Di saat-saat kematian mereka, ada seorang sahabat yang memberinya air minum, akan tetapi mereka menolaknya. Setiap kali air itu akan diberikan kepada salah seorang dari mereka yang bertiga orang itu, maka masing-masing mereka berkata: “Berikan saja air itu kepada sahabat di sebelahku.” Demikianlah keadaan mereka seterusnya, sehingga akhirnya mereka bertiga menghembuskan nafas yang terakhir dalam keadaan belum sempat meminum air itu.

Dalam riwayat yang lain pula ditambahkan: “Sebenarnya Ikrimah bermaksud untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka Ikrimah berkata: “Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih memerlukannya daripadaku.” Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata: “Berikanlah air minum ini kepada siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku.” Begitulah keadaan mereka, sehingga air tersebut tidak seorangpun di antara mereka yang dapat meminumnya, sehingga mati syahid semuanya. Semoga Allah melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada mereka bertiga. Amin.”

Inilah kisah seorang pejuang allah yang menyerahkan segala daya upayanya untuk menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini, semoga pemimpin-pemimpin kita mau berkorban demi mendapatkan rahmat Allah, dan tidak sebaliknya menjadikan Rakyat korban atas kerakusannya.

Posted by: Robby Andoyo
http://bro-robbie.blogspot.com
http://robbie-alca.blogspot.com
Continue Reading - Kisah Bertaubatnya Ikrimah Bin abu Jahal

Top Posts Of The Week


 

Recent Posts

Recent Comments

About Me

My Photo
Robby Andoyo
Pekan Baru, Siak Sri Indra Pura, Indonesia
Nama lengkap: Robby Andoyo, lahir di kota pinang dan besar di siak sri indra pura, kuliah di IIUM, mulai ngeblog tahun 2007, blog ini merupakan kumpulan artikel-artikel islami, puisi-puisi cinta dan puisi-puisi islami, berita bola terpopuler,politik islam, Free Download softwares and Mp3.
View my complete profile