Nasehat Ulama kepada penguasa

Blog kang Robby - Assalamualaikum WR WB, Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Mungkin kalimat ini sudah tidak asing terdengar di teli...

Blog kang Robby - Assalamualaikum WR WB, Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Mungkin kalimat ini sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Ada sebuah kisah tentang seorang ulama yang menasehati penguasa yang bernama Hisham bin Abdul Malik Dia adalah salah seorang gubernur Dinasti Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Beliau sering mengadakan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Suatu ketika beliau meminta agar bisa dipertemukan dengan salah seorang dari sahabat Nabi yang masih hidup. Namun sayang, mereka semua sudah wafat. Sebagai gantinya beliau minta dipertemukan dengan salah seorang dari generasi tabi’in saja, generasi pasca sahabat.

Thawus Al-Yamani datang mewakili para tabi’in . Dia tanggalkan alas kakinya persis ketika akan menginjak permadani merah yang terbentang megah di hadapan Hisham. Dia nyelonong ke dalam tanpa mengucapkan salam takzim kepada sang Khalifah yang tengah duduk. Dia hanya mengucapkan salam biasa, assalamu alaika…., dan langsung duduk di sampingnya. Kemudian Thawus bertanya, “Bagaimana keadaanmu hai Hisham?” tanpa menggunakan kata-kata penghormatan sedikit pun.

Melihat tingkah laku Thawus seperti itu, Hisham merasa sangat tersinggung. Dia marah bukan kepalang, hampir hampir Al-Yamani dibunuhnya.

“Anda berada dalam wilayah tanah suci Allah dan tanah suci Rasul-Nya ( Haramullah dan haramurasulihi ). Karenanya, demi tempat yang mulia ini Anda tidak diperkenankan melakukan perbuatan buruk seperti itu,” kata Thawus menasihati.

“Lalu, apa maksud Anda melakukan semua ini?” tanya Hisham kepada Thawus.

“Apa yang telah saya lakukan?” tanya Thawus.

Dengan nada marah, Hisham berkata keras, “Anda tanggalkan alas kaki persis di hadapan karpet merahku. Anda masuk tanpa mengucapkan salam takzim kepadaku sebagai khalifah dan tidak mencium tanganku. Anda memanggilku hanya dengan nama kecil tanpa gelar dan kunyah-ku; dan Anda duduk di sampingku tanpa seizinku. Bukanka semua itu penghinaan?”


“Wahai Hisham! Kutanggalkan alas kakiku karena aku juga menanggalkannya lima kali sehari saat aku menghadap Tuhanku, Allah Azza wa Jalla’ . Dia tidak marah apalagi murka padaku lantaran itu.

Aku tidak cium tanganmu lantaran kudengar Ali berkata bahwa seseorang tidak boleh mencium tangan orang lain kecuali tangan istrinya karena syahwat atau tangan anaknya karena kasih-sayang.

Aku tidak ucapkan salam takzim dan menyebutmu dengan kata-kata “Wahai Amirul mukminin..” (Pemimpin orang-orang mukmin) lantaran tidak semua orang rela akan kepemimpinanmu; karenanya aku enggan untuk berbohong.

Aku tidak memanggilmu dengan sebutan gelar kebesaran (kunyah) dan lantaran Allah memanggil para kekasih-Nya (para nabi) di dalam Alquran dengan sebutan nama semata-mata, seperti Ya Daud, Ya Yahya, Ya ‘Isa; dan memanggil musuh-musuh-Nya dengan sebutan kunyah, seperti Abu Jahal….(bapak kebodohan).

Aku duduk persis di sampingmu lantaran kudengar Ali ra. berkata: `Apabila Anda ingin melihat calon penghuni neraka, lihatlah orang yang duduk sementara orang sekitarnya tegak berdiri.”‘

Hisham kemudian berkata, “Wahai Thawus, nasihati Aku.”

Kudengar Ali berkata dalam sebuah nasihatnya: Sungguh, dalam api neraka ada ular-ular
yang berbisa dan kalajengking raksasa yang menyengat setiap pemimpin yang tidak adil terhadap rakyatnya.”

Smoga Cerita singkat ini bisa kita ambil hikmahnya. Yang terpenting mari sama-sama kita hilangkan kesombongan dalam diri kita ini, siapa pun kita jangan pernah sedikitpun mengharap pujian serta penghormatan dari orang lain agar kita bisa berjalan dimuka bumi ini dengan penuh katawadhuan..

COMMENTS

BLOGGER: 3
Loading...
Nama

Akhlak Islam Artikel Hikmah Artikel Inspirasi Artikel Islami Menarik Cerita Renungan Inspiratif Contact ME Dialog Agama Exchange Dofollow Links Falsafah Kehidupan Filosofi Kang Robby Ideologi Keberagaman Islam Moderat Kajian Islam Kajian Peradaban Kang Robby Kata Mutiara Islam Kata-Kata Hikmah Kitab Klasik Pengembangan Diri Progresif-Spiritualis Puisi Cinta Terbaru Puisi Inspiratif Puisi Islami Inspiratif Puisi Religi Ulama Klasik
false
ltr
item
Blog Kang Robby: Nasehat Ulama kepada penguasa
Nasehat Ulama kepada penguasa
http://1.bp.blogspot.com/_rRWr9ttlcjo/TLofQhv-dPI/AAAAAAAAAy4/yTW3GraY0js/s320/kartun.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_rRWr9ttlcjo/TLofQhv-dPI/AAAAAAAAAy4/yTW3GraY0js/s72-c/kartun.jpg
Blog Kang Robby
http://robbie-alca.blogspot.com/2010/10/nasehat-ulama-kepada-penguasa.html
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/2010/10/nasehat-ulama-kepada-penguasa.html
true
3328551387479627982
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy