Kritik Untuk Da'i Zaman Now

Da'i bisa didefinisikan sebagai orang yang aktif berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai moral dan ajaran suatu agama. Tapi kata &qu...



Da'i bisa didefinisikan sebagai orang yang aktif berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai moral dan ajaran suatu agama. Tapi kata "da'i sendiri seringkali ditujukan untuk penceramah agama islam yang memiliki " jam terbang" yang tinggi. 

Di era milenial saat ini para da'i tidak lagi "offline"  dalam melaksanakan misi dakwah mereka.  Trend  dakwah "online" melalui media digital semakin diminati para da'i Zaman Now. Bahkan ada penceramah yang belum sampai pada tahap kualifikasi kajian keagamaan yang cukup tapi sosoknya sudah "viral" dan semakin terkenal. 

Ini sebenarnya yang menjadi penyebab maraknya isu-isu SARA yang mewabah di masyarakat kita.  Dimana banyak dari para penceramah yang berfokus pada aspek "rethoric" dalam berdakwah. Misalnya,  humor yang berlebihan dan mahir bercerita tapi kurang wawasan keislamannya.  

Terkadang pesan substantial dari ceramah agama  yang disampaikan tidak bisa dipahami oleh masyarakat luas tapi malah membuat keributan dimana-mana. 

Beberapa hari yang lalu sosok ustad yang dijuluki "ustad akhir zaman" oleh sebagian kelompok Islam; Ustad Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.  Penetapan Ustad Zulkifli menuai banyak kontroversi.  

Kaum konservatif menganggap penetapan tersangka dinilai berlebihan.  Mereka merasa bahwa ceramah yang disampaikan ustad Zulkifli adalah bagian dari penjelasan dakwah yang disampaikannya terkait tema akhir zaman.  Tapi,  bagi orang-orang yang memiliki  jiwa nasionalisme yang tinggi,  Mereka mengatakan dengan terang-terangan; ceramah sang ustad memiliki konten yang bisa memupuk kebencian terhadap kelompok tertentu. 

Adapun narasi video ceramah ustad Zulkifli yang semakin  viral itu menurut saya, banyak memuat pesan-pesan yang sifatnya informasi saja tanpa didasari oleh kajian mendalam terhadap realitas sosial yang sebenarnya terjadi. 

Ustad Zulkifli Mengatakan,  " Pada tahun 2018 akan terjadi kehancuran ekonomi global.  Ini akan menyebabkan kekacauan-kekacauan di mana-mana.  Termasuk di Jakarta ini,  revolusi syiah dan revolusi komunis bersatu untuk menghancurkan Islam. Jangan sampai kita lengah dan disembelih seperti saudara-saudara kita di syiria.  Bahkan saat ini KTP untuk orang-orang cina sedang diproduksi secara masal di Paris." 

Inilah  beberapa inti narasi ceramah ustad Zulkifli yang  insyaallah tidak banyak berubah dari konten asli video viralnya. 

Tekait  ceramah sang ustad Zulkifli yang mengatakan bahwa KTP atasnama penduduk asing (china) sedang diproduksi masal di Paris mendapat tanggapan dari Kemendagri. Kemendagri menantang bagi siapa saja yang percaya pemalsuan KTP yang disebut-sebut itu untuk segera bergegas menunjukkan bukti-bukti yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Saya tidak berada pada posisi merendahkan sosok yang dikenal sebagai  'ulama akhir zaman' .  Tapi sebagai seorang muslim yang menginginkan kebaikan dalam beragama serta membangun sinergi kerukunan antar umat beragama. Kita harus mampu sama-sama menahan diri untuk tidak mengatakan sesuatu  yang jika diungkapkan akan menimbulkan reaksi negatif bagi masyarakat dalam hal ini "netizen" di media sosial yang berpotensi gaduh. 

Kita tentu menyadari arus informasi yang berseliweran di dunia media sosial begitu cepat.  Tapi kecepatan arus informasi itu bisa dikatakan "terpecah-pecah"  dan cenderung tidak akurat. Hal semacam ini jika kita cermati dan kita bawa ke dalam ranah mistik islam "tassawuf" bisa menimbulkan "talbis" yang bisa dipahami sebagai " sesuatu yang secara dzahir" nyata " (textual) dianggap benar tapi sebenarnya hanyalah ilusi kosong yang menyesatkan". 

Jadi,  seorang muslim yang hidup di era moderen memiliki tantangan yang begitu besar. Khususnya dalam menyikapi proses "talbis iblis" yang sangat gencar sekali.  Terkadang sesuatu yang kita rasakan begitu baik, indah dan menyenangkan.  Sebenarnya merupakan siasat setan yang ditujukan untuk mengelabuhi kita dan merusak kualitas keimanan kita. 

Berita-berita hoax yang banyak kita jumpai di Internet juga bisa menjadi bukti nyata akan begitu masifnya cara setan dalam menyesatkan umat manusia. 

Cara manusia hidup boleh berubah seiring zaman berganti.  Tapi instrumen-instrumen setan dalam memperdaya dan mengelabui kita patut diwaspadai. Jangan sampai seorang da'i,  ustad dan penceramah gemar mengkonsumsi berita hoax yang dimuat di media "abal-abal".  Ketika seorang da'i tidak memiliki wawasan sosial dan keagamaan yang memadai.  Maka, Ia akan merasa diri paling benar dan menganggap orang lain salah dan harus disesat-sesatkan.  

Mari kita cerdas bermedia sosial.  Gelar tidak menjamin seseorang berwawasan luas dan terhindar dari kegemaran mengkonsumsi berita hoax. Terkadang akibat fanatisme golongan dan Kebencian yang sudah sampai di ubun-ubun seorang penceramah sudah tidak bisa berpikir logis membangun "Nalar tawassuth"  dalam dirinya.  Orang-orang seperti ini termasuk orang yang harus dilawan dengan hikmah.

Jika tidak,  ajaran islam yang banyak berfokus pada dimensi akhlakul karimah/akhlak mulia akan memiliki "corak baru ' yang lebih ekstrim dan radikal. 

Seorang penceramah sebenarnya bukan representatif ' nabi ' atau bahkan malaikat sekalipun.  Da'i adalah penebar ajaran agama Atasnama dirinya sendiri. Di era globalisasi saat ini,  banyak penceramah yang merasa sudah sampai pada maqam 'ulama'  sehingga  ia merasa, orang lain harus/wajib mempercayai apa yang disampaikan. Jika tidak tuduhan pun bisa dilayangkan oleh sang penceramah atau simpatisan "die-hard" mereka. 

Mengagumi sosok tertentu secara berlebihan tidaklah baik. Siapapun dia; ustad, da'i, penceramah, orator maupun tokoh masyarakat semuanya tidak pernah bisa luput dari dosa, kesalahan dan situasi yang tidak menyenangkan. 

Kita harus bisa berada pada posisi netral agar tetap bisa berlaku adil. Manusia tidak bisa dinilai dengan penampilan fisiknya saja.  Atau hanya karena siapa dia, tapi manusia wajib dinilai dari apa yang diutarakan oleh kata-katanya. 

Ketika semua yang diungkapkannya sarat dengan nilai-nilai spiritualitas yang mencerahkan, kita wajib mengapresiasinya dan mengikutinya. Begitulah seharusnya kita bersikap. Bukan malah terjebak "stuck"  dalam fanatisme golongan yang seringkali memburamkan mata hati kita. 

Sebagai penutup,  menjadi da'i di zaman Now bukanlah hal yang harus dibanggakan dengan kata-kata.  Tapi itu adalah pilihan yang harus diimbangi dengan kematangan berpikir dan bertindak secara tepat.  

Seorang da'i harus bisa mengendalikan dirinya.  Bukan malah terjebak pada " jerat setan"  yang bermanifestasi dalam amarah dan dendam. 

Demikian pula, da'i yang baik adalah orang yang sudah melupakan dirinya sendiri dalam menggapai hasrat duniawi.  Ini bukan berarti seorang da'i tidak boleh mencari kesenangan dunia.  Tetapi  dunia  baginya hanyalah sarana/perantara untuk menuju kebahagiaan akhirat yang kekal abadi. 

Oleh sebab itu,  ia tidak pernah menyerah dan berputus asa dalam berdakwah. Para da'i yang baik tidak harus bisa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan para jamaahnya.

Hal semacam ini yang seringkali dilupakan para mubaligh zaman Now,  merasa sudah hebat dan memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menjawab setiap persoalan yang diajukan para jamaahnya. 

Tidak jarang seorang penceramah yang hanya mempelajari tafsir hadis banyak berfatwa yang berkaitan tentang persoalan hukum islam yang kompleks. Padahal, belajar ilmu hukum  islam tidak bisa hanya berpedoman  pada aspek tafsir semata.  Ada semacam "hirarki keilmuan" yang harus dipelajari dengan nalar berpikir yang baik.  Inilah yang dinamakan Kontekstualisasi hukum islam untuk peradaban yang lebih baik.

Semoga bermanfaat 

Robby Andoyo 



COMMENTS

BLOGGER
Nama

Akhlak Islam Artikel Hikmah Artikel Islami Menarik Cerita Renungan Inspiratif Contact ME Exchange Dofollow Links Falsafah Kehidupan Filosofi Kang Robby Ideologi Keberagaman Kajian Islam Modern Kang Robby Kata Mutiara Islam Kata-Kata Hikmah Kitab Klasik Pengembangan Diri Puisi Cinta Terbaru Puisi Inspiratif Puisi Islami Inspiratif Puisi Religi Ulama Klasik
false
ltr
item
Blog Kang Robby: Kritik Untuk Da'i Zaman Now
Kritik Untuk Da'i Zaman Now
https://2.bp.blogspot.com/-dy-JvmEsiAM/WmS7eosKhVI/AAAAAAAAEE4/ODXjX9kNIZg4ZxltnwD9B6_gBfFf_IBHQCLcBGAs/s320/images-01.jpeg
https://2.bp.blogspot.com/-dy-JvmEsiAM/WmS7eosKhVI/AAAAAAAAEE4/ODXjX9kNIZg4ZxltnwD9B6_gBfFf_IBHQCLcBGAs/s72-c/images-01.jpeg
Blog Kang Robby
http://robbie-alca.blogspot.com/2018/01/blog-post.html
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/2018/01/blog-post.html
true
3328551387479627982
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy