Ada seorang gadis muda yang sangat suka bermain piano. Kepandaiannya memainkan alat musik itu sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya,...
Kepandaiannya memainkan alat musik itu sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya,
sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan.
Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini,
suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi musisi kelas dunia.
Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang,
serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya.
Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar piano yang berasal dari luar negeri.
Pakar ini sangatlah hebat, dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan musisi-musisi kelas dunia.
Gadis muda ini ingin sekali menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut,
bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya.
Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung,
seusai sebuah kontes musik. Si gadis muda bertanya “Pak, saya ingin sekali menjadi musisi kelas dunia.
Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya bermain musik ?
Saya ingin tahu pendapat anda tentang permainan saya”. “Oke, tunjukkan kebolehanmu di depan saya selama 20 menit”,
jawab sang pakar.
Belum lagi 20 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja,
tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar.
Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu.
Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri.
Ternyata keahliannya bermain musik yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar.
Kemudian dia melemparkan semua peralatan musiknya ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia berjanji tidak pernah akan lagi bermain piano.
Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak.
Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan.
Suatu hari, ada sebuah kontes musik yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para musisi2 muda di belakang panggung.
Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke perlombaan tersebut.
Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar.
Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab.
Si ibu bertanya “, Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya.
Ini tentang penampilan saya sewaktu dulu di hadapan anda bertahun-tahun yang silam.
Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja,
tanpa mengatakan sepatah katapun ?”. ” Oh ya, saya ingat peristiwanya.
Terus terang, saya belum pernah melihat permainan piano seindah yang kamu lakukan waktu itu.
Saya rasa kamu akan menjadi ahli piano kelas dunia.
Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-2 berhenti dari dunia itu”, jawab sang pakar.
Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar.
“Ini tidak adil”, seru si ibu muda. “Sikap anda telah mencuri semua impian saya.
Kalau memang penampilan yang saya tunjukkan bagus,
mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru memulainya beberapa menit.
Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja.
Si pakar menjawab lagi dengan tenang “Tidak ?.
Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar.
ANDA TIDAK HARUS MINUM COCA COLA SATU botol UNTUK MEMBUKTIKAN coca cola ITU ENAK.
Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 20 menit untuk membuktikan n anda bagus.
Malam itu saya juga sangat lelah setelah pertunjukkan.
Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya,
dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari.
Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan,
bahwa ANDA MESTINYA FOKUS PADA IMPIAN ANDA, BUKAN PADA UCAPAN ATAU TINDAKAN SAYA.
Lalu pujian ? Kamu mengharapkan pujian ? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh.
PUJIAN ITU SEPERTI PEDANG BERMATA DUA. ADA KALANYA MEMOTIVASIMU, BISA PULA MELEMAHKANMU.
Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar PUJIAN YANG DIBERIKAN PADA SAAT SESEORANG SEDANG BERTUMBUH,
HANYA AKAN MEMBUAT DIRINYA PUAS DAN PERTUMBUHANNYA BERHENTI.
SAYA JUSTRU LEBIH SUKA MENGACUHKANMU, AGAR HAL ITU BISA MELECUTMU BERTUMBUH LEBIH CEPAT LAGI.
Lagipula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. TIDAK PANTAS ANDA MEMINTA PUJIAN DARI ORANG LAIN”.
Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele.
Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap fokus dengan impian anda,
mungkin hari ini anda sudah menjadi musisi kelas dunia.
MUNGKIN ANDA SAKIT HATI PADA WAKTU ITU, TAPI SAKIT HATI ANDA AKAN CEPAT HILANG BEGITU ANDA BERLATIH KEMBALI.
TAPI SAKIT HATI KARENA PENYESALAN ANDA HARI INI TIDAK AKAN PERNAH BISA HILANG SELAMA-LAMANYA …”.
Edited by : Kang Robby