Sebuah kisah inspiratif tentang seorang pedagang yang terkenal bijak didaerahnya. Semoga Terinspirasi pada suatu hari seorang pedagang dan...
yang terkenal bijak didaerahnya. Semoga Terinspirasi
pada suatu hari seorang pedagang dan anaknya beristirahat
dibawah pohon yang sangat rindang, mereka baru saja
berdagang dan tiba saatnya melepas lelah Angin
yang begitu semilir membuat sang pedagang mengantuk.
Namun, Si anak yang tidak tampak lelah bertanya
kepada sang ayah
. "Ayah, aku ingin menanyakan sesuatu...
" terdengar suara yang mengusik ambang sadar sipedagang.
"Kapan akubesar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti ayah
dan bisa membawa dagangan kita kekota?
"Sepertinya, lanjut sang bocah, "aku tak akan bisa besar.
Tubuhku ramping, berbedadengan Ayah yang sangat
tegap dan gagah. Kupikir, aku tak akan sanggup memikul
dagangan kita jika aku tetap seperti ini.
"kapankahg aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?
Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga.
Diambilnya sebuah benih, diatas tanah dan sang ayah
pun mulaiberbicara.
"Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil.
Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini.
Tahukahkamu, batangnya yang kokoh ini,
dulu berasal dari benih yang sekecil ini.
"Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya.
Benih inimenyimpan batang yang kokoh,
dahan yang rindang, daun yang lebar,
jugaakar-akar yang kuat.
Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh.
Pada mereka semualah benih ini berterimakasih,
karena telah melatihnya menjadi mahluk yang sabar.
"Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak.
Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar,
karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran."
Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri,
meluruskan pandangan kelangit lepas, membayangkan berjuta harapan
dan impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur,
melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.
********************
ada pelajaran yang bisa kita ambil dari si Pedagang. Dalam hidup ini kita jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan
yang kita miliki. Jangan merasa sedih dengan ketidak sempurnaan. Karena tidak ada
manusia yang sempurna dimuka ini, mereka yang bisa belajar dari kesalahan adalah bijak
dan Allah menciptakan kita penuh dengan keistimewaan Allah jua, menyiapkan kita
menjadi mahluk dengan berbagai kelebihan.
Terkadang kita pernah merasa kecil, pesimis,
tak mampu, tak berdaya dengan segala persoalan hidup.
Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita menjadi besar,
dan mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada dalam dada.
Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil?
Kapankah saat itu akan datang?
Sahabat, kita adalah layaknya benih kecil itu.
Benih yang menyimpan semua kekuatan dari batang yang kokoh,
dahan yang kuat, serta daun-daun yang lebar. Dalam benih itu pula
akar-akar yang keras dan menghujam itu berasal.
Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar,
tanpa alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan,
dan teriknya sinar matahari?
Begitupun kita, akankah Allah tuhan yang agung membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses,
tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan? Akankah Allah lupa mengingatkan kita
dengan hembusan angin "masalah", derasnya air "ujian" serta teriknya matahari "persoalan"?
TidakTeman. Karena Allah Maha Tahu, bahwa setiap hamba-Nya akan menemukan jalan keberhasilan,
maka Allah akan tak pernah lupa dengan itu semua.
Jangan pernah berkecil hati.Semua keberhasilan dan kesuksesan itu telah ada dalam dirimu.
Kang Robby