Sahabat @Blog Kang Robby yang baik hati sebuah kisah tentang seorang hakim dan 2 orang yang sedang berselisih di pengadilan. Dalam cerita ...
sebuah kisah tentang seorang hakim dan
2 orang yang sedang berselisih di pengadilan.
Dalam cerita ini Insya Allah kita bisa
melihat bagaimana kebenaran akan mengalahkan
kebohongan yang terstruktur, sistematis dan masif.
Husnu sedang menunjuk tersangka. " Yang Mulia!
Aku telah meninggalkan cincin berhias permata
dengan orang ini sebelum pergi keluar negeri
Tahun lalu. Dan saat ini aku menginginkan
cincin itu bisa kembali padaku".
Sang Hakim bertanya kepada tersangka Ismet:
" Mengapa kamu tidak menyerahkan cincin itu kepadanya?"" Dia berbohong yang mulia. Dia tidak pernah memberiku
cincin permata itu," Ismet menjawab
Maka Sang Hakim kembali bertanya kepada Husnu:
" Apakah ada saksi yang melihat bahwa kamu telah
memberi orang ini cincin kamu?"
" Tidak Yang Mulia, Tidak ada seorang pun yang melihat
aku memberi cincin berhias permata itu kepadanya,
tapi aku yakin telah memberinya cincin itu saat kami
duduk dibawah pohon coklat."
Dengan bijak sang Hakim memberi intruksi kepada Husnu
untuk mengambil satu tangkai Pohon coklat tempat dimana
dia memberi Ismit Cincin itu.
Beberapa menit kemudian Sang Hakim kembali bertanya kepada
Ismet:
" Menurut Kamu kemana dia akan pergi? aku penasaran kapan
dia akan kembali. Coba kamu lihat dari jendela dan berjaga-jagalah
jika dia sudah sampai kamu harus mengatakannya padaku".
Mendengar perkataan sang hakim, Ismet tidak beranjak sedikitpun
dari tempat duduknya dia bahkan terlihat tenang sambil menjawab:
" Aku Yakin Dia tidak akan sampai kesini kurang dar 3 jam; tempat
itu sungguh jauh dari sini".
Mendengar Jawaban Ismet itu, Sang Hakim berkata tegas kepadanya:
" Tidak hanya kamu seorang pembohong, kamu juga orang yang bodoh!
Jika kamu tidak mengambil cincin berhias permata itu, Tidak mungkin
kamu tahu dimana letak pohon coklat itu.
Sahabat..
Mari kita ambil hikmah dari cerita diatas
Sang Hakim sangat bijak dalam menyeleaikan perkara
bahkan saat tidak ada bukti yang mendukung bahwa terangka
telah mengambil cincin berhias permata itu
sanga hakim mampu mengungkap kebenaran.
Tapi perlu kita sadari bersama bahwa kejahatan
yang terstruktur, sistematis dan masif dan memiliki
organisasi yang baik akan mengalahkan kebenaran yang
tidak terorganisir.