Menjadi Cukup

 Pernahkah Anda hidup kekurangan? Saya pernah, dan lama. Waktu saya masih kecil, Emak dan Ayah harus membagi penghasilan yang tak seb...






 Pernahkah Anda hidup kekurangan? Saya pernah, dan lama. Waktu saya masih kecil, Emak dan Ayah harus membagi penghasilan yang tak seberapa untuk sekolah 4 anaknya sekaligus. Jadi, semua harus serba dijatah. Jatah saya untuk seragam adalah seragam bekas abang. Itu saya pakai sejak hari pertama masuk madrasah tsanawiyah di kota. Waktu SD di kampung tak perlu seragam.

Salah satu celana bekas abang itu begitu sempit. Saya malu untuk memasukkan ujung kemeja ke dalam pinggang celana sebagaimana dituntutkan oleh peraturan sekolah. Jadi saya memilih untuk membiarkan ujung kemeja itu terjurai menutupi celana sempit itu. Tapi hal itu dianggap tak disiplin. Maka saya pernah dihukum, berdiri di tengah lapangan upacara saat upacara berlangsung, jadi perhatian murid satu sekolah, karena tidak disiplin tadi.

Saya masih ingat betul, tahun 80-an, jatah belanja lauk dan sayur di rumah kami hanya 1000 rupiah sehari. Waktu itu sebutir telur harganya 75 rupiah. Kadang di rumah cuma dijatah makan telur sebelah, sambal, dan sayur toge.

Jajan? Tidak ada istilah uang jajan. Kalau lapar di sekolah, ya ditahan saja. Sesekali ada teman yang menraktir, barulah saya menikmati jajan.

Sering saya ingin sesuatu. Entah makanan atau mainan. Tapi sangat jarang terkabul. Jadi, saya terbiasa menahan diri. Ingin pun tak akan terkabul. Jadi lebih baik tahan diri dan tahu diri. Sadar, bahwa Emak tak mengabulkan bukan karena tak sayang atau pelit, tapi karena memang tak bisa.

Tentu saja saya ingin hidup yang lebih baik kelak. Ketika kuliah di Yogya, transportasi untuk pulang kampung adalah kapal kelas ekonomi. Waktu itu terbayang, kalau nanti kerja, akankah saya punya uang lebih? Rasanya tak tega kalau bepergian dengan anak istri mesti naik kapal kelas ekonomi.

Tapi Emak selalu mengingatkan bahwa harta bukanlah tujuan. Waktu lulus kuliah saya sempat kerja di perusahaan minyak, dengan gaji yang cukup besar untuk ukuran lulusan baru. Saudara-saudara bergembira. Sebentar lagi akan ada orang kaya dari keluarga kita.

Tapi Emak malah tak suka. "Emak tak melihat itu megah. Itu bukan tujuan kita." kata Emak. Karena hal itu dan sebab lain, aku berhenti bekerja, dan mulai jadi dosen dengan gaji sepersepuluh waktu kerja minyak. Tapi Emak bahagia.

Ketika saya punya penghasilan lebih baik, saya memilih untuk merasa cukup. Cukup dengan apa yang memang saya butuhkan. Tentu manusiawi bila ada berbagai keinginan. Tapi memenuhi setiap keinginan itu bukanlah tujuan hidup. Fokus hidup adalah memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Dan tentu, itupun bukan materi. Hal utama yang dibutuhkan anak-anak adalah kebersamaan, bimbingan, dan tentu saja kasih sayang. Untuk itulah energi dipusatkan.

Artinya, tak perlu menghabiskan energi mengejar sesuatu yang ketika kita sampai kepadanya kita sadar bahwa yang kita inginkan sebenarnya ada di depan sana, lebih jauh lagi. Dan begitu seterusnya.

Hidup itu nikmat bila kita merasa cukup.


Oleh: Kang Hasan

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Akhlak Islam Artikel Hikmah Artikel Inspirasi Artikel Islami Menarik Cerita Renungan Inspiratif Contact ME Dialog Agama Exchange Dofollow Links Falsafah Kehidupan Filosofi Kang Robby Ideologi Keberagaman Islam Moderat Kajian Islam Kajian Peradaban Kang Robby Kata Mutiara Islam Kata-Kata Hikmah Kitab Klasik Pengembangan Diri Progresif-Spiritualis Puisi Cinta Terbaru Puisi Inspiratif Puisi Islami Inspiratif Puisi Religi Ulama Klasik
false
ltr
item
Blog Kang Robby: Menjadi Cukup
Menjadi Cukup
https://2.bp.blogspot.com/-njyQMWsH2bg/WE7jFt9NXrI/AAAAAAAADrk/_yVP7W9IGGAZLdMWWmHdbA2WEfoR5ifPwCLcB/s320/33768-merasa-gaji-anda-tidak-pernah-cukup-pengalaman-dari-office-boy-ini-bisa-menjadi-pelajaran-kita.png
https://2.bp.blogspot.com/-njyQMWsH2bg/WE7jFt9NXrI/AAAAAAAADrk/_yVP7W9IGGAZLdMWWmHdbA2WEfoR5ifPwCLcB/s72-c/33768-merasa-gaji-anda-tidak-pernah-cukup-pengalaman-dari-office-boy-ini-bisa-menjadi-pelajaran-kita.png
Blog Kang Robby
http://robbie-alca.blogspot.com/2016/12/menjadi-cukup.html
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/2016/12/menjadi-cukup.html
true
3328551387479627982
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy