Al-Quran Untuk Ketenangan

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam. Diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw sebagai panduan hidup sekaligus aturan yan...







Al-Quran adalah kitab suci umat Islam. Diturunkan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw sebagai panduan hidup sekaligus aturan yang mengatur segala aspek kehidupan masyarakat di jaman kenabian. Atau bisa dikatakan, Al-Quran yang ada bersama kita adalah "manual book" umat terdahulu dalam menyelesaikan kompleksitas permasalahan hidup mereka. Karena itu, ajaran-ajaran Islam yang dimuat di dalam Al-Quran ada yang bersifat temporal atau profan sebagai ekspresi dari kehidupan masa itu, dan ada juga ajaran Islam yang bersifat baku "qathi" yang tidak akan pernah berubah seiring zaman berganti. Apa ajaran Islam yang bersifat profan itu?
Banyak. Seperti, produk hukum di masa lalu, hukum perbudakan misalnya, hukum yang berkaitan tentang harta rampasan perang, dan lain sebagainya. Sedangkan Ajaran Islam yang bersifat baku, tetap seperti, nilai-nilai universal "universal values" kejujuran, keadilan, keseimbangan dan ketertiban. Selain itu ada juga ajaran Islam  yang bersifat doktrin yang tidak bisa dinalar dengan logika apapun, Apa itu? Shalat 5 waktu dan  Puasa Ramadhan. Begitu pula rukun-rukun utama dalam Islam yang wajib kita tuntaskan.

Setelah memahami beberapa sisi dari nilai-nilai dalam kitab suci ini, saya ingin mengajak Anda untuk
berpikir tentang Al-Quran yang ada di tengah-tengah kita saat ini. Adapun yang ingin saya bahas
pada kesempatan kali ini, adalah bagaimana kita menempatkan Al-Quran sebagai penenang dalam hidup kita.

Apakah semua umat Islam yang bisa membaca Al-Quran dapat menikmati dan merasakan ketenangan batin?
Tidak. Mengapa? karena diantara orang-orang Islam yang membaca Al-Quran belum sanggup meresapi makna ayat-ayat yang tersirat maupun tersurat di dalam Al-Quran. Jawaban ini mungkin terdengar klise. Yah, benar. Bagaimana mungkin setiap orang Islam sanggup memahami Al-Quran secara "kaffah" menyeluruh. Tidakkah hanya orang-orang tertentu saja yang bisa  memahami makna tersirat Al-Quran, itu pun harus dicapai melalui perjuangan yang tidak mudah;  Belajar bahasa Arab, Tafsir dan hukum-hukum Islam yang terkandung di dalam Kitab Suci Al-Quran.

Lantas, Bagaimana orang-orang awam yang tidak paham bahasa arab mendapatkan ketenangan dalam membaca Al-Quran?

Apakah ketenangan hanya akan diperoleh orang-orang yang bisa memahami bahasa Al-Quran saja? Tidak. Orang awam juga tetap bisa merasakan ketenangan dengan membaca Al-Quran. Itu jika mereka mempunyai niat yang tulus saat mulai membaca ayat-ayat Al-Quran. Walaupun tidak mengerti arti dari bacaan yang dibaca, seorang "awam" tetap menemukan ketenangan dalam Al-Quran jika Ia sanggup merefleksikan ayat-ayat  yang dibacanya melalui langgam dan lantunan Al-Quran yang dihayatinya sepenuh hati. Jadi, memperoleh ketenangan  dalam "qiraatul Al-Quran" bisa diraih siapa saja, asalkan orang yang hendak membacanya memiliki kesadaran dan mampu meresapi ayat demi ayat yang dibaca dengan ketulusan hati. Jika tidak ada ketulusan hati, tidak ada jiwa dalam bacaan Al-Quran dibaca. Begitulah cara menggapai ketenangan dalam membaca Al-Quran.

Demikian pula, orang yang hanya bisa membaca Al-Quran tapi tidak bisa memahaminya, akan mendapat keuntungan-keuntungan di usia senja. Itu karena mereka bisa menikmati setiap bacaan "qiraah al-quran" secara musikal. Dengan artian, mereka berfokus pada irama, langgam dan lenggok bacaan Al-Quran yang merasuk ke dalam sanubarinya, walaupun tidak memahami maknanya. Itulah teman hidup mereka di usia senja. Dengan begitu ketenangan hati dan kedamaian jiwa selalu bersemayam dalam setiap hari-hari mereka.

Sebagai kitab suci, Al-Quran tentu saja memuat konsep, aturan dan  tata cara menjalani kehiduapan.
Dengan memahami corak Ajaran dalam Islam, rasa nyaman, damai hati dan ketenangan batin akan lebih mudah bersemayam dalam diri kita. Tentunya, ada cara tersendiri dalam memahami Al-Quran. Para mufasir klasik dan kontemporer telah menyusun metode-metode memahami ayat suci, agar pesan yang diminta dari ayat suci dapat tersampaikan dengan baik dan sempurna. Sangat berbahaya, jika orang "awam" yang belum memiliki kapasitas untuk memahami, menafsir dan mengajarkan inti dari kandungan ayat suci, diberi kebebasan untuk membedah ayat demi ayat sesuka hati, apa yang akan terjadi? Kesalapahaman. Itulah yang akan terjadi. Banyak contoh yang bisa kita ambil, seperti para bigot, teroris dan kaum ekstrimis yang membunuh atas dasar semangat penafsiran ayat suci yang keliru. Ayat-ayat offensif yang berkaitan tentang perang, ekspansi negara lain dan jihad dipahami secara leteralis tanpa melihat konteks yang mengakar erat dalam ayat-ayat itu. Inilah penyebab terjadinya kesalapahaman dalam slogan membela Islam.

Bagi saya, mereka bukan membela Islam, tapi membela penafsiran yang salah terhadap ayat suci Al-Quran. Jika benar itu adalah pembelaan terhadap Islam, tidak mungkin caci maki, sumpah serapah dan sepanduk  yang bermuatan SARA turut diekspresikan dalam aksi bela Islam. Apakah ketenangan akan dapat dicapai jika pembelaan terhadap Islam seperti ini? Tidak. Mari kita bela Islam dengan kesantunan, akhlak yang baik dan peduli dengan sesama. Jika kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita adalah saudara dalam kemanusiaan.

Sebagai penutup dari tulisan ini. Saya ingin mengajak untuk menjadikan Al-Quran sebagai sumber ketenangan dalam hidup ini. Percuma jika seorang yang mendaku cinta Al-Quran tapi perbuatannya jauh dari nilai-nilai Al-Quran. Seperti para "buzzer" hoax di medsos yang dengan sengaja menciptakan berita-berita bohong sarat kontroversi dengan tujuan memecah belah persatuan dan kesatuan umat berbangsa. Mari kita tinggalkan hal-hal yang tidak berguna dalam intraksi sosial dan bermasyarakat. Seperti, saling mencaci, menghujat orang lain, memprovokasi dan merasa paling suci dan benar sendiri. Semua perbuatan ini tidak mencerminkan sikap orang-orang yang menjadikan
Al-Quran panduan hidup dan sumber ketenangan dalam beribadah kepada Tuhan.


Kang Robby

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Akhlak Islam Artikel Hikmah Artikel Islami Menarik Cerita Renungan Inspiratif Contact ME Exchange Dofollow Links Falsafah Kehidupan Filosofi Kang Robby Ideologi Keberagaman Kajian Islam Modern Kang Robby Kata Mutiara Islam Kata-Kata Hikmah Kitab Klasik Pengembangan Diri Puisi Cinta Terbaru Puisi Inspiratif Puisi Islami Inspiratif Puisi Religi Ulama Klasik
false
ltr
item
Blog Kang Robby: Al-Quran Untuk Ketenangan
Al-Quran Untuk Ketenangan
https://4.bp.blogspot.com/-bxR9pC4d5UM/WVrQOwA5hYI/AAAAAAAAD1k/U0Z-kP0Wob06SLsCTz2aq9yX4KPrNefcACLcBGAs/s1600/aaa.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-bxR9pC4d5UM/WVrQOwA5hYI/AAAAAAAAD1k/U0Z-kP0Wob06SLsCTz2aq9yX4KPrNefcACLcBGAs/s72-c/aaa.jpg
Blog Kang Robby
http://robbie-alca.blogspot.com/2017/07/al-quran-untuk-ketenangan.html
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/2017/07/al-quran-untuk-ketenangan.html
true
3328551387479627982
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy