Islam dan Nalar Ekstrimis

Jauh sebelum Agama Islam lahir, peradaban manusia sudah banyak dipengaruhi oleh nalar ekstrimis. Kalangan ekstrimis yang ada di belahan ...


Jauh sebelum Agama Islam lahir, peradaban manusia sudah banyak dipengaruhi oleh nalar ekstrimis.
Kalangan ekstrimis yang ada di belahan bumi manapun, pasti memiliki tujuan yang sama dan abadi.
Yaitu; Membawa umat manusia berada pada kehancuran dan penderitaan.

Agama Islam sendiri datang dengan membawa pesan pedamaian kepada semesta. Walaupun sebagaian prilaku umat Islam saat ini, telah banyak yang menyimpang dari "core value" nilai inti dari ajaran Islam yang harus dipraktikkan sepanjang masa, tapi tetap saja Islam yang saya pahami senantiasa berdiri pada sisi kehidupan, bukan kehancuran dan permusuhan.

Pada Tulisan kali ini saya akan mencoba mengkaji lebih dalam tentang nalar ekstrimis yang telah
membentuk pergerakan yang merusak di dalam kehidupan umat manusia. Misalnya, aksi terorisme
yang marak terjadi belakangan ini, yang di duga berafiliasi dengan salah satu organisasi Islam
"die-hard" keras dan tidak kenal istilah mediasi.

Saya akan memulai dengan memaparkan beberapa contoh nalar ekstrimis yang sudah bergerak merusak kenyamanan hidup suatu masyarakat. Di Negara Indonesia, walaupun Negara ini merupakan negara dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia, tetap saja aksi terorisme yang diiniasi oleh
kalangan ekstrimis tidak bisa dihindari. Para ekstrimis ini dengan bangga mengakui bahwa setiap 
aksi teror yang terjadi di Indonesia adalah bentuk dari perlawanan melawan "taghut"/ penguasa zalim
dan sebagai upaya untuk menumpas ketidakadilan versi mereka sendiri.

Apakah anggapan ini benar? Tentu tidak. Perang membela keadilan bukanlah seperti yang mereka
perjuangkan. Apa lagi perjuangan itu telah menyebabkan orang tak berdosa harus kehilangan nyawa
dan hidup penuh dengan penderitaan.

Mari kita ambil contoh, Beberapa waktu lalu, telah terjadi aksi bom bunuh diri di markas besar
kepolisian di sumatera barat. Setelah pihak berwajib menyelidiki kasus ini, maka diketahuilah
bahwa pelaku bom bunuh diri ini berafiliasi terhadap kelompok ekstrimis-jihadis. Bahkan kedua pelaku terror telah mendapatkan surat "jihad" dari pemimpin mereka. Yang sangat disayangkan, Pelaku teror ini bukanlah orang awam yang tidak terdidik. Melainkan adalah seorang mahasiswa jurusan agribisnis di salah satu perguruan Tinggi di Indonesia. Dan konon ia merupakan anak perwira Polisi.

Tentu kita bertanya-tanya, mengapa bisa seorang anak petinggi Polisi bisa ikut memperjuangkan
ideologi yang mengancam kemajemukan di Negara Indonesia? Jika kita ambil analisa kasus ini,
dapat disimpulkan, tidak semua orang yang kuliah akan "pintar" dalam artian Ilmunya akan bermanfaat bagi masyarakatnya. Ada kalanya bangku kuliah hanya mencetak para "zombie" yang haus darah, membuat berbagai macam kerusakan yang pada akhirnya meresahkan lingkungan mereka sendiri.

Demikian pula, belum lama ini terjadi sebuah insiden yang sangat memilukan. Khususnya bagi umat Islam di seluruh dunia. Sekelompok orang bersenjata melakukan tindakan berutal dengan mengebom masjid di Mesir. Tidak cukup sampai disitu, Orang-orang ini juga bersikap ofensif dengan menyerang Mobil-Mobil Ambulan yang berusaha untuk mengevakuasi para korban bom bunuh diri tersebut. Belakangan, diduga kaum radikalis ISIS yang bertanggung jawab terhadap serangan di salah satu wilayah Mesir;Sinai.

Jika kita cermati lebih dalam, Sinai merupakan Wilayah atau Territory tempat berkumpulnya berbagai
macam kelompok Islam. Baik yang moderat, radikal dan ahli mistik Islam (sufi). Adapun masjid yang di bom itu adalah masjid kalangan sufi yang kita tahu hidup mereka dipenuhi dengan pengabdian diri kepada Allah swt.

Jika kita mau jujur, apa sebenarnya motif dari serangan kalangan ekstrimis ini?  Menimbulkan kepanikan. Karena itu, kita sebagai orang yang anti paham ekstrimisme harus bisa mengontrol diri. Jangan sampai kepanikan yang berlebihan membuat kita lupa bahwa mendidik orang lain untuk tidak berlaku jahat dan antiterorisme adalah suatu hal yang harus dilakukan secara kontinu tanpa kenal lelah. Terkhusus bagi anak-anak muda jaman now yang sebagian diantara mereka bertendensi kuat untuk turut andil dalam aksi kaum ekstrimis. Mengapa demikian? karena kecerdasan anak-anak jaman now ini dapat memungkinkan mereka "terseret" nalar kaum ekstrimis yang mulai menunjukkan kelas nya dengan segala bentuk doktrin yang menyesatkan.

Mungkin kadang kita bertanya-tanya, mengapa Islam yang dikenal agama damai banyak memproduksi pengikut- pengikut "die-hard" garis keras? atau lebih tepatnya Ekstrimis-Radikal? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus melihat sejarah Islam kembali. Ajaran Islam pada awalnya berpusat pada pengembangan diri atau Akhlakul karimah.

Bahkan Nabi Muhammad saw mengatakan,

" Inna ma Buistu li Utammima Makarima Al-Akhlak"

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Jadi, Ajaran Islam jika hanya diaplikasikan pada pengembangan diri, pendidikan akhlak serta moral spiritual, pasti akan membentuk manusia-manusia yang bukan hanya memiliki kesalehan pribadi tapi juga mempunyai tingkat kesalehan spiritual yang tinggi. Jika pola berislam seperti ini diterapkan, tidak ada pengikut agama Islam yang menebar teror atas nama agama. Bisa dikatakan, kelompok-kelompok yang menebar ancaman, teror dan permusuhan terhadap pihak lain, mempunyai "agenda khusus" seperti: keinginan mendapatkan kekuasaan. Baik itu kekuasaan politik yang bisa membuat jangkauan mereka semakin luas atau kekuasaan sebagai alat untuk merusak kenyamanan hidup orang lain, dengan dalih pihak lain itu "musuh" yang akan menghancurkan eksistensi hidupnya.

Sebagai penutup, Agama Islam tidak pernah sejalan dengan Nalar Ekstrimis. Walaupun kalangan ekstrimis membawa-bawa Islam dalam setiap aksi berdarah yang mereka lakukan. Tetap saja, ajaran Islam yang sakral tidak bisa melebur dalam aksi jahat yang bisa membunuh manusia. Apapun agama seseorang, membunuh adalah perbuatan yang tidak pernah dan tidak akan bisa dibenarkan oleh ajaran agama manapun. Walaupun dalam kitab suci ditemukan berbagai narasi "perang" dan anjuran "qitaal" membunuh; bukan berarti narasi-narasi itu bisa dipakai sebagai pembenar menebar teror dan ancaman kepada pihak yang dianggap musuh.

Zaman sudah berubah dan kita "wajib" merubah cara pandang kita terhadap dunia ini. Sangat konyol jika kita masih melihat realitas zaman sekarang dengan pandangan "nalar jahiliyah" dimasa lalu. Artinya apa? Kita adalah manusia berbeda dengan orang-orang yang hidup pada abad ke-7. Mungkin "perang" atau "diperangi" adalah pilihan hidup yang tidak bisa dihindari. Lain halnya di zaman sekarang, adanya peraturan PBB yang mengatur prihal perperangan ini bisa meminimalisir tingkat konflik antar negara di dunia ini.

Biarlah narasi-narasi perang yang ada di kitab suci menjadi bukti sejarah kehidupan masyarakat di masa lalu, kita yang hidup di zaman sekarang tidak perlu menjadikan narasi-narasi perang itu sebagai panduan hidup, apa lagi sebagai alat untuk memusuhi orang-orang yang berbeda secara keyakinan dan budaya. Islam adalah agama damai. Itu harga mati. Jika ada orang berislam yang menebar teror dimana-mana. Percayalah, itu bukan ajaran Islam yang senantiasa berdiri pada sisi kehidupan dan kedamaian.

Robby Andoyo

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Akhlak Islam Artikel Hikmah Artikel Islami Menarik Cerita Renungan Inspiratif Contact ME Exchange Dofollow Links Falsafah Kehidupan Filosofi Kang Robby Ideologi Keberagaman Kajian Islam Modern Kang Robby Kata Mutiara Islam Kata-Kata Hikmah Kitab Klasik Pengembangan Diri Puisi Cinta Terbaru Puisi Inspiratif Puisi Islami Inspiratif Puisi Religi Ulama Klasik
false
ltr
item
Blog Kang Robby: Islam dan Nalar Ekstrimis
Islam dan Nalar Ekstrimis
https://4.bp.blogspot.com/-0CqJWlk8I4s/Wh0OecqXaAI/AAAAAAAAEAs/SbJ5M9Hg7nEpDAljm6YqRxS5DcvKIwoVgCLcBGAs/s320/a9e8a61bc0a2ecae926dbb1d9980421c_630x420_thumb.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-0CqJWlk8I4s/Wh0OecqXaAI/AAAAAAAAEAs/SbJ5M9Hg7nEpDAljm6YqRxS5DcvKIwoVgCLcBGAs/s72-c/a9e8a61bc0a2ecae926dbb1d9980421c_630x420_thumb.jpg
Blog Kang Robby
http://robbie-alca.blogspot.com/2017/11/islam-dan-nalar-ekstimis.html
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/2017/11/islam-dan-nalar-ekstimis.html
true
3328551387479627982
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy