post-feature-image
HomeArtikel Hikmah

Beragama Dengan Rasa

Memiliki “rasa” adalah hal yang sangat penting dalam mewujudkan dan menggapai sesuatu. Apapun itu, ketika “rasa” hilang, keotentikan ...

MAKA BERSABARLAH …
Renungan Terbaik Kehidupan
Rencana Allah SWT Pasti Indah




Memiliki “rasa” adalah hal yang sangat penting dalam mewujudkan dan menggapai sesuatu. Apapun itu, ketika “rasa” hilang, keotentikan sesuatu itu akan pupus dan berakhir. Dalam hubungan cinta misalnya, ketika “rasa” tidak hadir dalam intraksi antara pria dan wanita, kemungkinan berakhirnya hubungan hanya tinggal menunggu waktu. Saat kita mengerjakan pekerjaan yang berat, kita akan merasa pekerjaan itu sangat mudah dan menyenangkan, jika kita memiliki “rasa” dan niat yang tulus.
Jadi, bagaimana jika konsep “rasa” ini kita wujudkan dalam beragama. 

Apakah orang yang beragama akan semakin baik jika beragama dengan “rasa”?

Menurut saya, orang beragama harus mempunyai “rasa”. Walaupun basis dari agama sebenarnya adalah keyakinan, tapi “rasa” sendiri harus senantiasa ada dalam setiap intraksi manusia terhadap manusia lainnya. Karena hanya dengan “rasa” kita akan menjadikan agama yang kita anut bermanfaat untuk semua orang.

Jika kita beragama dengan rasa, Masalah perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk berintraksi secara baik terhadap orang lain. Karena pada dasarnya, hubungan antar manusia bersandar pada “rasa” bukan pada pilihan keyakinan dan ideologi.

Apa yang sudah hilang dari sekelompok umat beragama saat ini adalah “rasa” dalam beragama. Agama yang seharusnya menjadi kontrol terhadap prilaku seseorang, malah dijadikan sebagai alat untuk membenci,memecah-belah dan berprilaku rasis. Begitu banyak contoh yang bisa kita dapatkan dari kecenderungan beragama tanpa “rasa” ini.

Sebagai contoh, pada 14 January 2020, jagad Twitter dipenuhi dengan ungkapan kata “Kafir”. Adapun yang memicu Isu ini semakin berkembang adalah adanya postingan video tentang anak-anak SD di Yogyakarta yang diberi Pendidikan Pramuka berupa Yel-yel “Islam Yes, Kafir No”.Beredarnya video ini membuat masyarakat resah. Terlebih Wali murid, merasa bahwa hal seperti ini bisa menimbulkan konflik antar agama. Lebih parah lagi, sikap seperti ini bisa mendidik anak-anak SD berprilaku intoleran terhadap orang yang berbeda.

Ironisnya, sekelompok orang berpandangan, sikap seperti ini bukanlah masalah yang harus dibesar-besarkan. Terhadap orang-orang yang berpikir demikian, kita hanya bisa “mengelus dada”. Apapun agama anda. Di zaman sekarang ini, kita harus bisa menghilangkan sikap merendahkan orang lain melalui acuan ajaran agama yang kita anut.

Misalnya, Dalam hadist dikatakan, “Malaikat tidak akan memasuki rumah jika didalamnya terhadap patung.” Jika ada orang yang menjadikan narasi hadist Nabi SAW ini sebagai acuan untuk merendahkan doktrin agama orang lain, itu berarti ia beragama bukan dengan “rasa”.

Mengapa?

Karena orang yang beragama degan “rasa” akan membung jauh-jauh pemikiran untuk menjelek-jelekkan agama orang lain. Mereka lebih focus terhadap pengembangan diri dan mempelajari ajaran-ajaran agama universal dan menerapkannya untuk kebaikan seluruh umat manusia.

Jika Anda beragama Islam, Jangan pernah sekalipun Anda mengatakan kepada orang Kristen bahwa mereka menyembah patung salib. Mereka pastinya dengan sangat emosional akan menentang Anda. Atau bahkan melakukan “counter attack” serangan balik dengan berkata, dan kalian tidak ada bedanya dengan para penyembah batu. Karena kalian rela menghabiskan puluhan juta hanya untuk berjumpa batu.

Artinya apa? Mari kita beragama dengan “rasa” apa yang menurut kita bisa menyakiti hati orang yang berbeda dengan kita, itu juga menyakiti hati kita sendiri. Jika orang lain tidak suka agama mereka direndahkan, begitupula diri kita sendiri, akan marah bahkan mengamuk jika agama dan identitas keagamaan kita diusik orang lain.

Sebagai penutup, terkadang, terhadap sesama penganut agama sekalipun memperlakukan saudara seiman tanpa “rasa”. Menganggap bahwa keislaman yang dianutnya adalah yang paling sempurna dan menuduh saudara seiman dengan sebutan munafiq dan berkhianat. Tentu ini adalah sebuah sikap yang tidak benar. Apalagi hanya karena perbedaan orientasi politik, madzhab dan golongan, segala cara ditempuh hanya untuk merendahkan orang lain dan menaikkan diri sendiri. Inilah bentuk dari beragama tanpa “rasa”. Orang yang beragama seperti ini tidak akan bisa memiliki ketenangan batin, walaupun setiap hari menjalani rutinitas peribadatan, jika hati dalam beragama dipenuhi dengan “rasa” keinginan membinasakan orang lain, Agama yang dianut hanya akan membuat ia semakin beringas dan lepas kendali.

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang Bergama dengan rasa. Beragama yang berfokus terhadap kualitas ibadah yang kita miliki, tanpa harus bertengkar  dan berdebat yang tidak perlu dengan orang lain. Begitupula, orang yang beragama dengan rasa, tidak akan pernah menjadikan ajaran-ajaran agama yang berkaitan dengan pembelajaran akhlak sebagai tolak ukur untuk menjustifikasi orang lain, apalagi saudara seiman.

Tetapi, ajaran-ajaran agama yang berupa pembelajaran akhlak harus dilihat sebagai sumber “auto-critic” koreksi diri agar bisa menjadi lebih baik dalam hidup. Yang ada saat ini, ketika mendengar kata “munafik” misalnya, tanggan kita menuding orang lain “munafiq” hanya karena berbeda pandangan politik dan keagamaan.

Terimakasih

Semoga Bermanfaat

Robby Andoyo

Loading...
Nama

Akhlak Islam Artikel Hikmah Artikel Islami Menarik Cerita Renungan Inspiratif Contact ME Exchange Dofollow Links Falsafah Kehidupan Filosofi Kang Robby Ideologi Keberagaman Kajian Islam Modern Kang Robby Kata Mutiara Islam Kata-Kata Hikmah Kitab Klasik Pengembangan Diri Puisi Cinta Terbaru Puisi Inspiratif Puisi Islami Inspiratif Puisi Religi Ulama Klasik
false
ltr
item
Blog Kang Robby: Beragama Dengan Rasa
Beragama Dengan Rasa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhu6-lD2pUf9fJoQXzzn9Jyt8yc4DyNQ52qu06bkTwlFU9qNiqTG3p6kjIPihGJ7VPOwFCbjBVnGXU-uuiMUcmdLZFFScQaVW2CXlciitByTKcFhyphenhyphenwIFmH_ljDQ21fMPWy5lvyDd9j4zhfj/s320/Gerakan-Islam-Cinta.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhu6-lD2pUf9fJoQXzzn9Jyt8yc4DyNQ52qu06bkTwlFU9qNiqTG3p6kjIPihGJ7VPOwFCbjBVnGXU-uuiMUcmdLZFFScQaVW2CXlciitByTKcFhyphenhyphenwIFmH_ljDQ21fMPWy5lvyDd9j4zhfj/s72-c/Gerakan-Islam-Cinta.png
Blog Kang Robby
http://robbie-alca.blogspot.com/2020/01/beragama-dengan-rasa.html
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/2020/01/beragama-dengan-rasa.html
true
3328551387479627982
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy