post-feature-image
HomeArtikel Hikmah

Tuhan Bukan Pendendam

Tulisan ini adalah suara hati Saya untuk Teman Saya Langen Nidhana Meisyalla yang saat ini sedang menjalani pendidikan di Hubei Univers...

Hidup Menawarkan Pilihan
Pelajaran Bagi Orang Berakal
Ketika Tak Sanggup Melangkah



Tulisan ini adalah suara hati Saya untuk Teman Saya Langen Nidhana Meisyalla yang saat ini sedang menjalani pendidikan di Hubei University. Wuhan kini sedang mengalami situasi yang mencekam. Virus Corona misterius menyebabkan penduduk Wuhan harus rela terisolasi dari daerah-daerah lain yang bebas dari virus yang mematikan itu.

Menurut “Press Release” PPI Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok Cabang Wuhan, Jumlah Mahasiswa Indonesia dan WNI di Wuhan Saat ini ada 93 orang, sementara tidak ada seorang pun yang terjangkit Virus Corona. Pemerintah China saat ini menutup akses transportasi baik itu Kereta, Bus dan Pesawat dari Wuhan untuk meminimalisir penyebaran Virus ini.

Terkait soal judul dari tulisan ini, sebenarnya adalah bentuk dari kekesalan saya terhadap sekelompok orang yang menganggap penderitaan masyarakat Wuhan saat ini disebabkan oleh Pemerintah China yang melakukan kezhaliman terhadap etnis Islam di Uighur. Bahkan sebuah postingan di Media Sosial terang-terangan mengatakan, “ China “karantina” 1 juta Muslim Uighur. Sekarang 11 juta penduduk China harus di Karantina karena Virus mematikan! Makar Allah Maha Dahsyat”.

Apakah bisa diterima oleh akal sehat, bahwa derita yang dialami masyarakat Wuhan merupakan bentuk dari Makar Allah SWT? Menurut Saya, pendapat seperti ini mencerminkan kebusukan hati seseorang. Banyak faktor yang menyebabkan sebuah bencana itu terjadi. Yang jelas, dendam bukanlah menjadi sebuah alasan bagi Tuhan untuk membinasakan manusia. Memang kadang kala bencana itu hadir karena Ulah manusia sendiri, seperti banjir yang terjadi di Jakarta beberapa minggu lalu merupakan dampak dari ulah manusia yang membangun tanpa kontruksi yang baik.

Tapi, bencana yang saat ini dialami Penduduk Wuhan sangat berbeda. Ia merupakan virus mematikan yang penyebarannya saat cepat.

Menurut laman Web Kompas, “ Virus corona merupakan penyakit zoonosis. Artinya, mereka disebarkan ke manusia dari hewan. Pasar-pasar yang menempatkan manusia dengan hewan mati atau hidup di tempat yang sama, dapat menjadi kondisi di mana virus mudah tersebar.”

"Pasar hewan hidup yang diatur dengan buruk, dicampur dengan perdagangan satwa liar ilegal menjadi peluang bagi virus untuk menyebar dari inang satwa liar ke populasi manusia," kata Wildlife Conservation Society, sebagaimana dikutip Business Insider.

 " Kelelawar dan burung dianggap sebagai spesies reservoir untuk virus dengan potensi pandemi," ungkap ahli virus di Pusat Medis Erasmus Rotterdam Belanda, Bart Haagmans.

Jadi, sangat jelas bahwa bencana ini terjadi bukan karena faktor “dendam” tapi lebih kepada faktor internal dari kebiasaan tidak baik masyarakat di daerah tersebut. Karena itu, mari kita hilangkan sikap menghakimi orang lain berdasarkan perasaan tanpa menggunakan akal sehat.

Sebagaimana orang-orang yang mengatakan Virus Corona itu adalah wujud dari amarah Tuhan kepada Pemerintah China.

 Jika kita mampu berpikir jernih, Orang-orang yang mengatakan hal seperti itu sebenarnya sudah bermaksiat kepada Allah SWT. Mengapa?

Karena secara tidak langsung mereka menganggap Tuhan adalah eksekutor dan pendendam. Padahal yang kita tahu Allah SWT maha pengasih dan pengampun. Jadi, apapun bencana yang hadir di dunia ini bukanlah wujud dari kemarahan Allah SWT, tapi lebih kepada kesalahan manusia dalam berintraksi terhadap alam ini. Bahkan, sikap manusia terhadap alam terkadang diluar batas. Seperti, tidak peduli lingkungan dan memperlakukan alam dengan semena-mena tanpa memikirkan dampak negatif dari prilaku mereka sendiri.

Sebagai penutup, sebagai seorang yang beriman, jangan sampai dendam dan amarah menjadi perioritas dalam menyikapi setiap persoalan dalam hidup ini. Apapun persoalannya; agama, suku dan Negara. Jangan pernah membawa-bawa Tuhan untuk menghukum orang yang berbeda dengan kita, walaupun dalam pandangan mata kita, orang-orang itu telah berbuat kesalahan terhadap saudara seiman kita, tapi bukan berarti melibatkan Tuhan untuk menghukum mereka adalah hal yang baik.
Boleh jadi hal seperti itu membuat hati kita sakit, ternoda dan membusuk dalam senyap.

Jika memang virus corona yang misterius dan sangat mematikan di Wuhan adalah azab, apakah layak seorang yang beriman merasa puas terhadap bencana yang menimpa orang lain?

Tentu tidak. Saya menganggap orang-orang yang bahagia diatas penderitaan orang lain adalah orang yang sakit jiwa dan perlu diberi pendidikan yang baik. Walaupun Wuhan yang terkena musibah, tapi disana ada saudara kita, Warga Indonesia yang hidup disana, ada yang bekerja mencari nafkah, adapula yang sedang melanjutkan studi untuk masa depannya yang lebih baik. Apakah tidak ada sedikitpun empati kita terhadap mereka, sampai tega-teganya merasa puas terhadap musibah yang terjadi di Wuhan?

Sahabat.

Boleh jadi kita beragama, tapi hati kita bisa membusuk karena amarah dan dendam
Boleh jadi kita beragama, tapi setiap waktu merasa puas dengan kesulitan orang lain
Boleh jadi kita beragama, tapi setiap detik jari-jemari menuliskan sumpah-serapah
Boleh jadi kita beragama, tapi jiwa kita membeku karena senang terhadap penderitaan orang lain 

Jangan beragama seperti itu, apapun agama anda, jika melihat orang lain dengan dendam anda akan terus dibayangi oleh kebencian yang berlarut-larut sampai akhirnya waktu memanggilmu untuk kembali, saat itu anda akan merasa hidup terlalu singkat jika digunakan untuk menghakimi, menghujat dan bahagia terhadap bencana yang sedang menimpa orang lain.

 Semoga Bermanfaat

Robby Andoyo
Loading...
Nama

Akhlak Islam Artikel Hikmah Artikel Islami Menarik Cerita Renungan Inspiratif Contact ME Exchange Dofollow Links Falsafah Kehidupan Filosofi Kang Robby Ideologi Keberagaman Kajian Islam Modern Kang Robby Kata Mutiara Islam Kata-Kata Hikmah Kitab Klasik Pengembangan Diri Puisi Cinta Terbaru Puisi Inspiratif Puisi Islami Inspiratif Puisi Religi Ulama Klasik
false
ltr
item
Blog Kang Robby: Tuhan Bukan Pendendam
Tuhan Bukan Pendendam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE8Bhqjd_GIir4ZbbcM4D-nNaKvLhwsb4BzGUHHejSThsfw4i2cLFyWctMLIC97uUsKOjK-90mtHX4PaQ13r8Nzy5-7sFb60S4enZxdTBvcAFExzbfIgONGuTx-kxkUVTB53qQDjkWtsY/s320/imagesx.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE8Bhqjd_GIir4ZbbcM4D-nNaKvLhwsb4BzGUHHejSThsfw4i2cLFyWctMLIC97uUsKOjK-90mtHX4PaQ13r8Nzy5-7sFb60S4enZxdTBvcAFExzbfIgONGuTx-kxkUVTB53qQDjkWtsY/s72-c/imagesx.jpeg
Blog Kang Robby
http://robbie-alca.blogspot.com/2020/01/tuhan-bukan-pendendam.html
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/
http://robbie-alca.blogspot.com/2020/01/tuhan-bukan-pendendam.html
true
3328551387479627982
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy